Minggu, 03 Juli 2011

Maskeran Yuk!!!


Ada cara mudah murah dan meriah buat maskeran lohhhh!!! Cukup menggunakan bahan buah-buahan dan sayuran yang ada dirumah.. Let's try girl's!

Selain bermanfaat untuk kesehatan, buah-buahan dan sayuran juga memiliki nilai lebih untuk merawat kecantikan tubuh. Buah dan sayur menjadi ramuan alami untuk perawatan kecantikan.
Tak hanya tanpa bahan pengawet, ramuan buah dan sayur juga membantu penghematan belanja kosmetik. Berikut beberapa contoh ramuan alami buah dan sayur yang bisa Anda buat sendiri di rumah.

1. Pembersih lemon
Bahan
- 1/8 cangkir almond bubuk
- 2 sdm susu atau krim
- 1 sdt jus lemon
Campurkan semua bahan dan balurkan ke kulit. Diamkan sebentar dan bilas dengan air hangat. Ramuan ini cocok untuk semua jenis kulit
Menurut Sue Dolan, M.Ed., penulis 'Naturally Skinsational: Rejuvenating Skin Care Recipes', jeruk adalah sumber alami asam alfa hidroksi (AHA) dan antioksidan. "Sumber AHA alami seperti lemon membersihkan kulit dan menyegarkan sekaligus melembutkannya."

2. Masker jeruk
Bahan
- 1 kuning telur
- 1 sdt madu
- 1/8 cangkir perasan jeruk lemon, jeruk atau jeruk nipis
- 1 bungkus agar-agar polos
Campur semua bahan dan balurkan ke kulit selama 20 sampai 25 menit lalu bersihkan.
Masker jeruk yang kaya AHA dan vitamin C, terbukti secara klinis mencegah keriput dan garis-garis halus. Campuran masker jeruk akan membantu pengelupasan sel-sel kulit mati dan merangsang produksi sel-sel baru.

3. Lulur alpukat
Bahan
- 2 alpukat, haluskan hingga berbentuk pasta
- 3 sendok makan garam laut atau garam kosher
- 1/4 cangkir madu
- 2 kulit lemon segar diparut dan ambil airnya
- 1/4 cangkir minyak kelapa organik
Campurkan semua bahan sampai halus dan merata. Balurkan pada kulit selama 10-15 menit dan gosok dengan air hangat. Sisa lulur tubuh masih bisa disimpan dalam lemari es selama dua sampai tiga hari.
Lulur alpukat merupakan bahan manjur antipenuaan. Alpukat kaya akan vitamin A, D dan E, protein, lesitin, kalium dan beta-karoten, serta bahan lain pelawan kanker.
Dolan mengatakan, alpukat juga memiliki kandungan emolien dan sterolin yang berfungsi menyembuhkan kulit rusak akibat sinar matahari, jaringan parut serta mengurangi bintik usia.

4. Masker stroberi
Bahan
- 1/2 cangkir stroberi segar
- Susu segar 1 sendok makan
- 1 sdm tepung beras atau tepung jagung
Giling semua bahan hingga menjadi pasta halus. Aplikasikan masker pada wajah dan leher. Diamkan selama 20 menit. Bilas dengan air hangat dan tepuk-tepuk kulit hingga kering. Gunakan dua kali seminggu.
Masker stroberi mengandung antioksidan alami, yang dikenal memperbaiki kulit dan bertindak sebagai agen anti-penuaan serta melindungi kulit Anda dari tekanan lingkungan. Asam salisilat dalam stroberi menghilangkan sel-sel kulit mati, menjadikan kulit halus dan cerah.

5. Scrub apricot dan pepaya
Bahan
- 1 sdt bubuk apricot kernel (parut halus)
- 3 sdm aprikot pulp
- 3 sdm bubur pepaya matang

Campur semua bahan dan balurkan ke muka dan leher selama 20 menit. Kemudian gosok dengan lembut dan bilas hingga bersih. Leon Rao, pakar perawatan kulit dan penulis 'Anti-aging Beauty Secrets,' menyarankan, bubuk aprikot dapat diganti dengan bubuk oatmeal atau bubuk almond.
Manfaat scrub aprikot yang tinggi beta-karoten mengurangi masalah kulit. Aprikot juga mengelupas kulit dengan lembut serta menjadikan kulit lebih cerah.

6. Masker wortel
Bahan
- 2-3 wortel besar
- 4 1 / 2 sdm madu
Masak wortel, lalu lumatkan hingga halus dan campurkan dengan madu. Aplikasikan masker wortel pada wajah selama 10 menit lalu bilas dengan air dingin.
Tanaman akar-akaran asal Afganistan ini mengandung vitamin A, C, folacin dan potasium yang  melembabkan dan memperbaiki jaringan kulit sekaligus melindungi dari kerusakan akibat sinar matahari dan mengencangkan kulit.

Minggu, 15 Mei 2011

Tips Jadi Selingkuhan Yang Baik

Tips Jadi Selingkuhan Yang Baik
Jadi pacar yang baik? Gampaaang... Yang susah itu jadi selingkuhan yang baik.


Hidup nggak selalu indah, saudara-saudara. Ada kalanya cewek/cowok yang kita gebet ternyata udah punya pacar. Padahal cewek/cowok itu mau sama kita. Akibatnya, kita cuma kebagian jatah sebagai HTS-an atau selingkuhan.
Kami di sini nggak menyarankan kalian untuk jadi selingkuhan lho. Lebih banyak ruginya daripada untungnya. Tapi kalo udah terlanjur, atau mungkin malah punya "cita-cita" tinggi yaitu merebut si cewek/cowok dari tangan pacarnya, ada baiknya kamu berusaha sekuat tenaga untuk jadi selingkuhan yang baik. Siapa tahu suatu hari nanti bisa naik kelas jadi pacar resmi. Hehehe...
1. Jangan terlalu tergantung
Terimalah bahwa kamu bukan pacarnya yang "sah". Prioritas dia adalah pacarnya, dan dia pasti udah disibukkan dengan pacarnya yang minta ini itu dan nuntut segala macem. So, janganlah kamu melakukan hal yang sama.
2. Jangan tunjukkan kalau kamu cemburu sama pacarnya
Itu resiko, bukan? Nunjukin kalo kamu jealous cuma bakalan bikin dia guiltyfeeling, dan bikin kamu capek hati. Lagipula tanpa kamu bilang pun dia tau kok bahwa kamu pasti menyimpan jealousy (meskipun cuman dikiiiiiit) sama pacarnya.
3. Jadilah pendengar yang baik
Dia mungkin butuh kamu untuk curhat masalah-masalah yang nggak bisa dia curhatin ke pacarnya. Misalnya: masalah dengan pacarnya. Hehe. Dan kamu harus ridho-ridho aja dengerinnya. Lupain dulu perasaan, dan jadilah teman buat dia.
4. Jangan pernah menuntut lebih
Adegan kayak gini sering banget kita liat di sinetron. "Beb, kapan dong kamu putusin pacar kamu?" Haduh! Jangan lah ya. Selain bakal bikin dia serba salah, belum tentu juga kan dia mau menjadikan kamu Nomor 1. Atau kalo mau minta kepastian dari dirinya (ceileeehh), pakailah bahasa yang nggak terlalu frontal. Pake kalimat, "Eh, lu belum bosen ya pacaran sama dia?" misalnya.
5. Cari tau kekurangan pacarnya
Misalnya pacarnya kurang bisa diajak bercanda, atau pacarnya nggak perhatian, atau pacarnya playboy/playgirl. Nah, kamu harus jadi kebalikan dari sifat-sifat cewek/cowoknya itu. Yang nggak bisa dia dapet dari sang pacar, bisa dia dapet dari kamu kan.
6. Jangan menghubungi dia di saat kira-kira dia lagi sama sang pacar
Malem minggu adalah "jatah" dia pacaran. Tahan dulu deh keinginan untuk nelpon dia. Dia bakalan terganggu dan ribet (berusaha menyembunyikan dari pacarnya), dan bisa-bisa malah pacarnya curiga.
7. Dekati pacarnya
Keep your friends close, and your enemy closer. Hehehe... Ini berguna bagi kamu untuk mengenali kelemahan sang pacar, dan supaya kalo dia curiga pacarnya punya selingkuhan, dia nggak akan langsung mencurigai kamu
8. Jangan maksa ngajak jalan ke tempat umum
Kalo dia mau, syukur... Kalo nggak, ya udah. Kalo ketemu orang yang kenal bisa-bisa menimbulkan kecurigaan tuh. Lagian kalo jalan di tempat umum pun kalian nggak bisa deket-deketan atau pegangan tangan. Keliatan sama temennya, bisa berabe tuh. Lebih parah lagi kalo kepergok sama tim Playboy Kabel atau Termehek-mehek atau reality show yang lain. Malu banget nggak sih lo? Hehehe...
9. Jangan terlalu banyak berharap
Karena cepat atau lambat, dia pasti harus memilih. Dan ada kemungkinan besar, bukan kamu yang dipilihnya. Tapi sampai judgement day itu tiba, just do your best, and enjoy the ride. Hehehe.
10. Don't stop trying
Ingat. Dia bisa punya "pacar" dua, kenapa kamu nggak? Jangan tutup kemungkinan dan pencarian terhadap cewek-cewek lain di luar sana yang kira-kira potensial buat dijadiin pacar beneran. Anggaplah fase 'jadi selingkuhan' ini sebagai pemanasan atau latihan atau pengisi waktu sebelum kamu dapetin pacar. Masih banyak ikan di laut, bos. Siapa tahu besok ternyata kamu yang harus memberikan kabar buruk ke peselingkuh kamu sambil bilang, "Sorry ya, sekarang gue udah punya pacar."

(Penulis : Lika Aprilia)

Rabu, 02 Februari 2011

Dear Boss...!

Dear boss....
Yang baca ini khusus untuk para Boss-boss!

Hey boss, ada 10 Alasan loh kenapa karyawan anda kabur alias RESIGN
Alasan - alasan klasik yang gini loh boss yang ngebuat karyawan anda kabooorr atau resign. So, ini untuk bahan intropeksi aja...


1. Gaji, fasilitas & tunjangan
Sudah tidak dapat dipungkiri lagi, inilah alasan utama kebanyakan orang untuk resign dari pekerjaannya. Faktor gaji, fasilitas dan tunjangan ini secara langsung akan terkait dengan faktor kesejahteraan. Kecenderungannya orang akan selalu merasa kurang, sehingga akan terus mencari rejeki "lebih" demi masa depannya yang lebih baik.

2. Atasan rese, terlalu banyak menuntut
Atasan yang terlalu banyak menuntut, merupakan salah satu sifat yang sering yang dicap sebagai "atasan rese" oleh para bawahannya. Tidak jarang juga atasan dianggap sebagai seorang yang kerjaannya hanya suruh sana-suruh sini. hihihiii...

3. Overload Job Description
Alasan ini rata-rata dikemukan oleh karyawan yang bekerja di kantor dengan jumlah karywan yang tidak terlalu banyak, sehingga beberapa tugas yang seharusnya dihandle oleh beberapa orang, diharuskan dihandle sendiri. Alasan perusahaan tidak menambah orang, apalagi kalau bukan efisiensi? begitu katanya...

4. Kenyamanan tempat kerja
Beberapa karyawan akan resign dari tempat kerjanya jika sudah tidak merasa nyaman dengan lingkungan kerjanya. Salah satunya mungkin karena kantor / ruang kerja yang kurang representatif, sehingga tidak dapat konsentrasi dengan apa yang dikerjakannya.

5. Konflik dengan rekan kerja
Masalah yang gawat! mungkin penyebabnya hanya dari kesalahpahaman dalam urusan pekerjaan atau mungkin juga urusan personal yang dibawa-bawa ke tempat kerja. Jika di kantor tidaK mampu melakukan pengendalian diri yang baik, maka ruang kerja akan menjadi lahan "perdebatan abadi". Daripada "berdebat sampai mati, mendingan resign!"

6. Alasan pengembangan karir
Terdengar sedikit klise, tapi inilah pilihan jawaban yang paling bijak dari semua karyawan yang berniat resign dari tempat kerjanya. Secara diplomatis dia akan mengutarakan jawaban ini meskipun dirinya belum yakin apakah akan dapat melanjutkan karirnya dengan lebih baik ditempat lain.

7. Bosan dengan rutinitas
Pernah merasa bosan dengan apa yang Anda kerjakan berulang-ulang setiap hari? Jika dihitung-hitung setidaknya selama 9 jam sehari, 6 hari seminggu, 26 hari sebulan akan disibukkan oleh pekerjaan yang monoton dan sama sekali tidak ada unsur fun-nya.  Pekerja-pekerja yang "kreatif" mungkin akan lebih dapat "sedikit mensiasati" rutinitas kerjanya dengan sesuatu hal yang menyenangkan. Lain halnya dengan pekerja yang tidak kreatif, solusinya ya pindah kerja alias resign!

8. Akses ke tempat kerja
Disadari atau tidak jarak dan akses dari tempat tinggal ke tempat kerja akan sangat mempengaruhi mood atau gairah kerja seseorang. Jarak yang terlalu jauh atau akses yang cukup sulit akan menjadi pertimbangan dalam segi ekonomis maupun segi efisiensi waktu perjalanan yang ditempuh dari rumah ke tempat kerja.

9. Merasa tidak cukup mampu
Sekilas hampir mirip dengan alasan no.3 diatas, tapi ternyata tidak sama! Jika pada alasan nomor 3 diatas si karyawannya mampu dan kompeten untuk mengerjakan tugasnya, hanya jobdesk-nya yang terlalu banyak, melebihi kapasitasnya, maka alasan no.9 ini adalah si karyawan memang benar-benar tidak atau kurang memiliki kecakapan dalam hal mengerjakan tugas yang dibebankan kepadanya. Jadi perbedaanya dari segi kualitas vs kuantitas. Alasan kenapa dia layak diterima di tempat kerjanya saat ini pun masih dipertanyakan, apakah karena ada unsur relasi, nepotisme dan sejenisnya.

10. Melanjutkan cita-cita yang tertunda : Jadi Enterpreneur!
Dari sekian banyak alasan yang dikemukakan oleh karyawan-karyawan yang resign, sepertinya inilah yang paling harus diacungi salut, 4 jempol (2 tangan, 2 kaki)! Inilah yang seharusnya ditanamkan kepada para generasi muda kita, untuk bagaiamana caranya berwirausaha sendiri untuk membuka lapangan kerja bukan sekedar mengisi lapangan kerja yang ada. Tapi sayangnya justru inilah jawaban yang menempati posisi ke.10 alias jawaban dari paling sedikit responden. Huft..

_Repost_